
Blora – Wacana Pemerintah Desa (Pemdes) Gadon, Kecamatan Cepu, untuk menjadikan lapangan futsal sebagai lokasi kegiatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menuai reaksi beragam dari warga, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga kalangan pemuda.
Ketua BPD Desa Gadon, Nurul Yusuf, saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa pihaknya telah mengagendakan rapat mediasi untuk membahas rencana tersebut bersama Pemdes dan perwakilan pemuda. Rapat digelar menyusul munculnya kekhawatiran masyarakat akan terganggunya fungsi lapangan futsal sebagai fasilitas umum.
“Yang menginisiasi tempat tersebut adalah Pemdes. Padahal masih banyak alternatif lokasi lain, seperti tanah bengkok di sebelah lapangan. Yang penting itu tidak perlu diurug, tidak rawan banjir, dan tidak berisiko longsor,” ujar Yusuf.
Menurutnya, BPD berkepentingan untuk memfasilitasi dialog terbuka agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan polemik panjang di tengah masyarakat.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Gadon, Akub, S.Pd, tak membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirimkan wartawan pada Rabu (26/11/2025) tampak sudah dibaca, namun tidak mendapat balasan.
Di sisi pemuda, penolakan juga disuarakan. Seorang pemuda Gadon yang enggan disebutkan namanya menilai rencana tersebut kurang mempertimbangkan kebutuhan warga.
“Masih banyak tempat lain. Lapangan futsal itu sering dipakai warga, terutama pemuda. Harusnya pemerintah mencari lokasi yang tidak mengganggu fasilitas umum,” tegasnya.
Rapat mediasi antara Pemdes, BPD, dan unsur pemuda dijadwalkan berlangsung Rabu malam pukul 19.30 WIB di Balai Desa Gadon. Warga berharap pertemuan itu dapat menghasilkan keputusan yang adil serta mengakomodasi kepentingan bersama.




