
Bojonegoro – Upaya penyelamatan Ananda Darel, balita asal Bojonegoro yang menderita penyakit langka atresia bilier stadium F4, terus mendapat perhatian berbagai pihak. Kinasih Peduli, lembaga sosial di bawah naungan Yayasan Laskar Kinasih Indonesia, bersama elemen masyarakat menginisiasi audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro guna mendorong percepatan penanganan medis.
Audiensi yang digelar di Kantor Dinkes Bojonegoro pada Rabu (14/1/2026) tersebut dihadiri Zainul Muttakin dan Ridwan Lukman sebagai perwakilan Kinasih Peduli, Arif Rachmanto dari Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI), keluarga Ananda Darel, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati, SKM., M.MKes., beserta jajaran dan perwakilan Puskesmas Sumberrejo.
Dalam pertemuan itu, Dinkes Bojonegoro menyampaikan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta guna memastikan kejelasan dan percepatan penanganan medis. Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi Ananda Darel yang sudah memasuki fase kronis dan membutuhkan tindakan cepat.
Pihak keluarga menyampaikan kekhawatiran terkait lamanya antrean penanganan di RSCM.
“RSCM itu sering menunda operasi dan tidak selalu mengindahkan vonis medis dari RSUD Dr. Soetomo. Ada kasus sebelumnya, pasien meninggal karena terlambat ditangani,” ungkap pihak keluarga.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Bojonegoro menegaskan bahwa apabila rujukan ke RSCM dilakukan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan mengawal proses tersebut secara ketat agar Ananda Darel segera memperoleh penanganan medis yang diperlukan.
“Barangkali karena ini warga Bojonegoro, penanganannya bisa berbeda. Saya yakin RSCM memahami kondisi anak seperti Darel,” ujar Ninik.
Dari sisi pembiayaan, Dinkes memastikan bahwa seluruh biaya medis dalam negeri telah ditanggung melalui BPJS Kesehatan, termasuk biaya bagi pendonor. Namun demikian, masih terdapat kebutuhan biaya non-medis, seperti biaya hidup keluarga selama mendampingi perawatan di Jakarta, yang hingga kini belum sepenuhnya terakomodasi.
Sementara itu, opsi pengobatan ke luar negeri, khususnya ke Tiongkok, juga mencuat dalam audiensi. Dinkes Bojonegoro menegaskan bahwa pengobatan di luar negeri tidak masuk dalam skema pembiayaan Pemerintah Kabupaten, sehingga tidak dapat difasilitasi oleh daerah.
Ketua Lembaga Kinasih Peduli, Zainul Muttakin, menegaskan bahwa pendampingan terhadap Ananda Darel merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan yang harus dikawal dan dimonitor oleh masyarakat luas.
“Anak kedua saya juga penyintas atresia bilier. Kami (Kinasih Peduli) tidak ingin keluarga Ananda Darel berjuang sendirian menghadapi situasi seberat ini. Ayahnda Darel sudah menyatakan siap menjadi pendonor hati untuk Ananda. Kami mengajak segala pihak, khususnya Pemkab Bojonegoro untuk melakukan segala yang diperlukan agar operasi transplantasi hati segera dilakukan.” tegas Zainul.
Ia menambahkan, sakit yang dihadapi Darel menuntut semua pihak bergerak cepat dan terkoordinasi.
“Yang sedang kita hadapi adalah penyakit medis yang tidak mungkin diajak kompromi. Maka ini bukan sekadar tentang prosedur, tapi tentang kesempatan yang Tuhan berikan agar kita menunjukkan sisi kemanusiaan kita untuk bersama-sama menyelematkan nyawa seorang bayi. Karenanya kami mengapresiasi komitmen Dinkes dan Pemkab Bojonegoro, serta kami berharap benar-benar diwujudkan hingga Ananda Darel tidak terlambat mendapatkan tindakan medis yang ia butuhkan,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Laskar Kinasih Indonesia, R. Darda Syahrizal, S.H., M.H., menyatakan bahwa Kinasih Peduli merupakan wujud nyata komitmen Yayasan Laskar Kinasih Indonesia di bidang kemanusiaan.
“Pendampingan terhadap Ananda Darel adalah panggilan nurani kami untuk memastikan seorang anak mendapatkan perawatan yang cepat dan layak. Di saat yang sama, kami juga ingin memberikan dukungan penuh bagi keluarga yang mendampingi, seraya berharap pengawalan dari Dinas Kesehatan Bojonegoro benar-benar diwujudkan hingga tuntas,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, Dinkes Bojonegoro juga menyatakan akan membantu penyediaan susu khusus bagi bayi penderita atresia bilier, mengingat tingginya kebutuhan nutrisi dan mahalnya biaya susu medis tersebut.
Hasil audiensi ini akan dilaporkan kepada Bupati Bojonegoro sebagai bahan pertimbangan kebijakan lanjutan. Kinasih Peduli di bawah naungan Yayasan Laskar Kinasih Indonesia bersama pihak keluarga berharap adanya langkah konkret dan cepat agar hak Ananda Darel atas layanan kesehatan yang layak dapat segera terpenuhi.





