
Cepu – Kepedulian masyarakat kembali terlihat di Cepu. Sejumlah musisi lokal yang tergabung dalam Forum Musisi Cepu (FMC) bersama Paguyuban Vespa Cepu (PVC) menggelar aksi penggalangan dana bertajuk “Warga Bantu Warga” di Taman Tuk Buntung, Cepu, Sabtu malam (20/12/2025). Kegiatan ini ditujukan untuk membantu warga terdampak bencana tanah gerak di RT 004/RW 008 Nglajo, Kelurahan Cepu.
Aksi solidaritas tersebut berlangsung di tengah ramainya aktivitas masyarakat, bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Blora ke-276. Di bawah alunan musik para musisi lokal, masyarakat yang hadir turut berpartisipasi memberikan donasi sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama warga yang tengah menghadapi ancaman longsor.
Ketua RT 004 Nglajo, Sugiyanto, yang hadir bersama sejumlah warga dan didampingi Direktur LBH Kinasih, Agus Kriswanto, menjelaskan bahwa kondisi tanah di wilayahnya terus mengalami pergerakan, terutama saat curah hujan meningkat.
Menurutnya, sedikitnya 16 warga saat ini berada dalam situasi rawan, dengan sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, beberapa bangunan terpaksa dibongkar demi menghindari risiko yang lebih besar.
“Yang paling kami butuhkan saat ini adalah penanganan darurat berupa pembangunan talud. Tanpa itu, pergerakan tanah akan terus terjadi dan membahayakan warga,” ujar Sugiyanto.
Ia menambahkan, warga membutuhkan langkah konkret dan cepat, mengingat keselamatan jiwa menjadi prioritas utama.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiyanto juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap penanganan bencana di wilayahnya. Ia menilai, alokasi anggaran seharusnya dapat mempertimbangkan kondisi darurat yang dihadapi warga.
“Kami berharap pemerintah benar-benar hadir untuk menjamin keselamatan warga. Penanganan bencana seperti ini membutuhkan respon cepat dan nyata,” katanya.
Pernyataan tersebut mencerminkan aspirasi warga yang berharap adanya keseimbangan antara kegiatan seremonial daerah dan kebutuhan penanganan bencana yang bersifat mendesak.
Kegiatan penggalangan dana yang diketuai Frans itu berlangsung secara sederhana namun penuh makna. Selain komunitas Vespa dan musisi, warga umum turut berpartisipasi menyumbangkan dana secara sukarela.
Hingga akhir acara, donasi yang terkumpul mencapai Rp10.020.000. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Pak Ji, tokoh senior Paguyuban Vespa Cepu, kepada perwakilan warga Nglajo.
Direktur LBH Kinasih, Agus Kriswanto, menyampaikan bahwa bencana yang terjadi di Nglajo tidak hanya perlu dilihat sebagai peristiwa alam, tetapi juga berkaitan dengan hak warga atas rasa aman dan perlindungan.
Ia berharap pemerintah daerah, mulai dari tingkat kelurahan hingga kabupaten, dapat segera mengambil langkah konkret agar risiko bencana tidak terus berulang dan warga mendapatkan kepastian perlindungan.
Aksi “Warga Bantu Warga” menjadi cerminan kuatnya solidaritas sosial masyarakat Cepu. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan warganya, terutama di tengah situasi bencana.




