
PELALAWAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengamuk di Provinsi Riau kian memprihatinkan. Eska-lasi api yang telah melalap lebih dari 16 ribu hektare lahan kini mulai merambah kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Kabupaten Pelalawan, yang merupakan habitat vital bagi harimau sumatera.
Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, mengungkapkan bahwa operasi pemadaman di Kecamatan Kerumutan telah berlangsung intensif selama hampir satu bulan. Kerasnya medan dan sulitnya akses darat menjadi tantangan utama tim gabungan di lapangan.
“Kerumutan terbakar sudah 25 hingga 26 hari. Tim gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, namun akses menuju titik api sangat sulit dijangkau,” ujar Edy.
Kondisi kian mengkhawatirkan setelah api merembet ke dalam kawasan suaka margasatwa sejak sepekan terakhir. Meski Satgas Udara telah menggerakkan operasi pemboman air (water bombing), karakteristik lahan gambut yang tebal membuat api sulit dipadamkan secara total.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengonfirmasi bahwa api sempat menjinak sebelum akhirnya muncul kembali akibat bara dalam tanah yang tertiup angin kencang.
“Di hari Jumat dan Sabtu sempat padam setelah water bombing, namun karena cuaca panas dan angin kencang, asap serta titik api kembali muncul dari lapisan gambut,” terang Supartono.
Berdasarkan estimasi awal, luas kawasan SM Kerumutan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare. Pihak BBKSDA Riau kini menyisir lokasi untuk memastikan dampak kerusakan dan memantau pergerakan satwa di area sekitar.
“Hingga saat ini belum ditemukan adanya satwa yang terdampak langsung. Pemantauan ketat terus kami tingkatkan demi memastikan keselamatan harimau sumatera dan seluruh ekosistem di dalamnya,” tegas Supartono.
Sumber : detiksumut




