
NAGEKEO – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, meninggalkan trauma bagi warga Kabupaten Nagekeo.
Selain merusak sejumlah bangunan, gempa dangkal tersebut juga memicu fenomena alam yang tidak biasa. Tanah di sejumlah titik dilaporkan mengalami retakan dan menyemburkan air panas di kawasan permukiman warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur, atau sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 kilometer.
Tanah Retak Saat Gempa Mengguncang
Fenomena semburan air panas dari retakan tanah salah satunya dialami Hasim Wungo, warga RT 06, Dusun Muara, Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Hasim menceritakan, saat gempa mengguncang dengan kuat, tanah di sekitar tempat tinggalnya tiba-tiba retak dan merekah.
Dari celah retakan tersebut, air bersuhu tinggi kemudian menyembur keluar. Bahkan, air panas disebut sempat muncul dari balik lantai bangunan rumahnya.
“Saat terjadi gempa kemarin, tanah di sini retak dan mengeluarkan air panas. Airnya panas sekali,” ungkap Hasim saat ditemui di lokasi, Senin (17/8/2026) sore.
Hasim juga menunjukkan bekas retakan tanah serta puing-puing rumahnya yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Kemunculan air panas tersebut semakin membuat warga panik di tengah kuatnya guncangan. Warga Desa Tonggurambang pun berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan mencari lokasi yang dianggap lebih aman karena khawatir terjadi gempa susulan maupun bahaya lainnya.
Semburan Air Panas Muncul di Beberapa Titik
Fenomena serupa ternyata tidak hanya terjadi di sekitar rumah Hasim. Semburan air panas juga dilaporkan muncul di beberapa titik kawasan permukiman Dusun Muara serta area persawahan yang berada tidak jauh dari rumah warga.
Meski demikian, fenomena tersebut tidak berlangsung lama.
Setelah terjadi gempa susulan, semburan air panas dari dalam tanah perlahan berhenti dan tidak lagi terlihat di permukaan.
Kini, warga Desa Tonggurambang dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Nagekeo masih meningkatkan kewaspadaan sembari membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa. Warga juga terus bersiaga terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan setelah guncangan besar yang melanda wilayah Flores tersebut.
Sumber : Kompas.com




