
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 324 satuan pendidikan di tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak dan mengalami kerusakan akibat gempa.
Data tersebut merupakan laporan sementara hingga 16 Agustus 2026 dan masih terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.
“Berdasarkan data per 16 Agustus 2026, dilaporkan sebanyak 324 satuan pendidikan di tujuh kabupaten terdampak gempa,” tulis Kemendikdasmen melalui keterangan di akun Instagram resminya, dikutip Selasa (18/8/2026).
Kemendikdasmen menyebut proses pendataan dan penanganan kerusakan masih terus dilakukan untuk mengetahui kebutuhan sekolah-sekolah terdampak secara lebih rinci.
“Pendataan dan penanganan kerusakan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan di lapangan dapat segera ditangani,” ujarnya.
50 Tenda Disiapkan untuk Kelas DaruratSebagai langkah penanganan awal, Kemendikdasmen telah menyiapkan 50 tenda yang akan digunakan sebagai ruang kelas darurat. Selain itu, pemerintah juga mengirimkan 1.300 paket family kit dan 1.500 paket school kit pada tahap pertama untuk membantu masyarakat dan peserta didik terdampak gempa.
“Sebagai dukungan tahap awal, Kemendikdasmen telah menyiapkan 50 tenda sebagai ruang kelas darurat, 1.300 paket family kit, dan 1.500 paket school kit pada pengiriman tahap pertama,” jelas Kemendikdasmen.
Tak hanya bantuan fisik, Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan psikososial bagi warga sekolah yang terdampak bencana.
Dukungan konektivitas internet melalui Starlink turut disiapkan untuk membantu kebutuhan komunikasi dan kegiatan pendidikan di wilayah terdampak.
Tim Kemendikdasmen Turun ke Lokasi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan tim Kemendikdasmen telah diterjunkan langsung ke sejumlah sekolah yang terdampak gempa.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada masyarakat NTT yang terdampak bencana. Menurut Mu’ti, pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan proses pendataan serta penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran.
“Sudah ada tim yang turun ke lapangan dan langsung memberikan bantuan ke masyarakat, khususnya pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.
Kemendikdasmen memastikan proses pendataan akan terus dilakukan mengingat jumlah sekolah terdampak masih dapat berubah.
Pemerintah juga akan melanjutkan penanganan terhadap kerusakan fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak gempa dapat kembali berjalan.
Sumber : detik.com






