
Kabupaten Manggarai Timur – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat di Aula Kantor Kecamatan Elar, Rabu (11/3/2026). Di tempat tersebut, Tim Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Satgaswil NTT dari Densus 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan bakti sosial Ramadan bertajuk “Ramadan Penuh Berkah.”
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang penyerahan bantuan sembako, tetapi juga merupakan bagian dari pendekatan persuasif dan pendampingan berkelanjutan kepada para eks narapidana terorisme (napiter) serta mantan simpatisan jaringan Jemaah Islamiyah (JI) di wilayah tersebut.
Sebanyak 30 kepala keluarga menjadi sasaran kegiatan bakti sosial tersebut. Mereka menerima paket bantuan berupa beras, telur, minyak goreng, dan mie instan guna membantu memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Salah satu penerima bantuan adalah Yanto, eks napiter yang kini tinggal di Desa Biting, Kecamatan Elar. Bersama sejumlah mantan simpatisan JI lainnya, ia turut hadir mengikuti kegiatan yang juga menjadi ruang silaturahmi antara aparat dan masyarakat.
Acara tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan tokoh agama lintas iman. Hadir Camat Elar Ponsianus Darsuman, Kapospol Kecamatan Elar, pastor dari Paroki St. Yohanes Pemadi Lengko Elar dan St. Ambrosius Mombok, ketua dewan paroki dari kedua wilayah, serta para imam masjid dari sejumlah desa di Kecamatan Elar.
Kehadiran tokoh agama Islam dan Katolik dalam satu forum menciptakan suasana harmonis yang mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan di wilayah tersebut.
Camat Elar, Ponsianus Darsuman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Densus 88 Antiteror Polri yang datang langsung menjalin komunikasi dengan masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Densus 88 yang telah berkunjung ke Kecamatan Elar. Kegiatan ini sangat baik karena tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan pendampingan kepada saudara-saudara kita yang sedang membangun kehidupan baru,” ujarnya.
Ia berharap para eks napiter dan mantan simpatisan jaringan terorisme tetap menjaga komitmen hidup damai serta tidak kembali terlibat dalam kelompok intoleran, radikalisme, maupun ekstremisme.
Perwakilan Tim Idensos Satgaswil NTT Densus 88 AT Polri, Iptu Silvester Guntur, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pendekatan humanis dalam proses pembinaan eks napiter.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun kehidupan yang damai merupakan tanggung jawab bersama.
“Kehadiran tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat menunjukkan bahwa kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan kehidupan yang rukun dan damai,” ujarnya.
Ia juga mengajak para eks napiter dan mantan simpatisan JI untuk terus berkontribusi positif dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap bapak-bapak semua tetap berkomitmen untuk tidak kembali terlibat dalam jaringan radikalisme dan terorisme. Justru sebaliknya, mari bersama-sama membangun kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat,” katanya.
Bagi Yanto, kegiatan tersebut menjadi momen yang sangat berarti. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada dirinya dan rekan-rekan eks simpatisan JI di wilayah tersebut.
“Kami menyambut baik kedatangan tim dan kegiatan bakti sosial ini. Ini menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya bersama para mantan simpatisan JI telah berkomitmen menjalani kehidupan yang damai.
“Kami ingin hidup tenang dan membangun kehidupan yang lebih baik bersama masyarakat,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ustaz Abdul, imam masjid di Desa Biting. Ia menilai kehadiran Densus 88 Antiteror Polri menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa silaturahmi antara aparat dan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pastor Paroki St. Yohanes Pemadi Lengko Elar, Pater Anjas, SVD, yang menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
Ia menegaskan bahwa masyarakat di Kecamatan Elar selama ini hidup berdampingan dengan semangat persaudaraan lintas agama.
“Selama ini kami hidup berdampingan dan penuh persaudaraan,” tegasnya.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, Densus 88 Antiteror Polri tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, serta eks napiter dan mantan simpatisan jaringan terorisme untuk terus memperkuat komitmen hidup damai di tengah masyarakat.




