
Blora – Nasib nahas menimpa H. Marjugi (55), warga RT 004 RW 002 Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Mobil pick up Suzuki Carry warna putih bernomor polisi K 9244 JN miliknya raib digondol maling saat dirinya terlelap tidur pada Rabu (3/6/2026) dini hari.
Kendaraan yang selama ini menjadi andalan untuk mengangkut padi dan gabah kering milik pelanggan menuju tempat penggilingan itu hilang dari belakang rumah tanpa diketahui pemiliknya. Peristiwa tersebut sontak menghebohkan warga dan menjadi perbincangan hangat di sejumlah warung kopi di wilayah setempat.
Saat ditemui awak media, Jumat (5/6/2026), Marjugi mengaku tidak menaruh curiga sedikit pun sebelum kejadian. Bahkan hingga sekitar pukul 01.00 WIB, ia masih berada di luar rumah, duduk santai sembari berkeliling di sekitar halaman.
“Jam satu malam saya masih belum tidur. Masih duduk-duduk dan melihat-lihat keadaan sekitar rumah,” tuturnya.
Namun beberapa jam kemudian, tepat menjelang waktu Subuh, ia dibuat terkejut saat keluar rumah untuk bersiap melaksanakan salat.
Betapa kagetnya ia ketika mendapati mobil yang biasa diparkir di belakang rumah sudah lenyap. Tak hanya itu, gerbang rumah yang sebelumnya terkunci rapat juga ditemukan dalam keadaan terbuka.
“Saya keluar rumah untuk persiapan salat Subuh. Ternyata mobil sudah tidak ada. Padahal mobil dan gerbang sudah saya kunci. Gembok gerbang juga hilang,” ungkapnya.
Dari hasil pengecekan, pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela. Aksi tersebut bukan hanya menyasar kendaraan, tetapi juga membawa kabur sejumlah kunci penting yang tersimpan di dalam rumah.
“Kunci rumah, kunci kontak motor, dan kunci kontak mobil semuanya dibawa. Saya curiga pelakunya sudah pernah ke sini karena seperti tahu letak barang-barang yang dicari,” katanya.
Mobil pick up tersebut diketahui menjadi sarana utama penunjang usaha yang dijalankan Marjugi. Setiap hari kendaraan itu digunakan untuk mengantar gabah kering milik pelanggan ke tempat penggilingan, sehingga kehilangan tersebut cukup berdampak terhadap aktivitas pekerjaannya.
Pria yang akrab disapa Bos Jugi itu mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Sejumlah petugas juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan.
“Sudah ditangani polisi. Kemarin ada beberapa petugas yang datang ke rumah untuk melakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Kini, Bos Jugi hanya berharap kendaraan kesayangannya dapat segera ditemukan dan pelaku pencurian berhasil ditangkap.
“Saya berharap mobil bisa kembali dan pelakunya segera tertangkap agar tidak ada korban lain,” harapnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, terutama saat malam hingga dini hari, meskipun kendaraan dan akses rumah telah dikunci. Pasalnya, pelaku pencurian kerap memanfaatkan kelengahan pemilik untuk melancarkan aksinya.





