
BLORA – Sebuah rumah milik Marman (63), warga Desa Gadon, RT 006/RW 002, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, tiba-tiba ambruk hingga rata dengan tanah saat cuaca cerah tanpa hujan maupun angin kencang, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Peristiwa yang terjadi secara mendadak, itu nyaris hampir merenggut nyawa Marman. Pria yang tinggal seorang diri tersebut saat itu masih berada di dalam rumah ketika bangunan mulai menunjukkan tanda-tanda akan roboh.
Marman menceritakan, sebelum rumah ambruk ia melihat bagian selambu rumah bergoyang. Tak lama berselang, seluruh bangunan runtuh.
“Saya lihat selambunya goyang-goyang, terus rumahnya roboh. Saya sedang duduk di dalam. Setelah ambruk langsung keluar. Ya kaget,” ujarnya.

Berkat kesigapannya menyelamatkan diri, Marman berhasil keluar dari rumah sesaat sebelum seluruh bangunan ambruk. Meski selamat tanpa mengalami luka serius, rumah yang menjadi tempat tinggalnya kini hancur dan tidak lagi dapat dihuni.
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta. Untuk sementara waktu, Marman mengungsi di rumah tetangganya sambil menunggu adanya penanganan dan bantuan.
Warga sekitar, Umar Syarif, mengaku sempat mendengar suara kayu berderak sebelum rumah tersebut roboh. Saat kejadian, kondisi cuaca dalam keadaan cerah sehingga tidak ditemukan faktor cuaca ekstrem yang diduga menjadi penyebab.
“Katanya yang punya rumah dengar suara kretek-kretek, lalu tahu-tahu roboh. Waktu itu masih ada di dalam rumah, untung langsung keluar sehingga selamat. Cuma rambutnya penuh debu kena reruntuhan,” kata Umar.

Menurut Umar, rumah tersebut telah berdiri lebih dari sepuluh tahun. Sejumlah kayu penyangga bangunan juga terlihat sudah lapuk dan diduga mengalami kerusakan akibat dimakan rayap.
Sementara itu, Sekretaris Desa Gadon, Subiyanto, mengatakan pihak pemerintah desa masih belum dapat memastikan penyebab pasti ambruknya rumah tersebut.
“Memang tidak ada angin maupun hujan. Apakah ada kaitannya dengan kondisi kayu yang sudah lapuk atau dimakan rayap, kami belum bisa memastikan. Nanti akan dilakukan peninjauan lebih lanjut,” ujarnya.
Pemerintah Desa Gadon telah melaporkan peristiwa tersebut kepada Baznas Blora guna mengupayakan bantuan bagi korban. Di sisi lain, warga bersama aparat desa bergotong royong membersihkan material bangunan yang berserakan di lokasi.
“Sementara ini kami bersama warga membantu membersihkan puing-puing rumah yang roboh,” pungkas Subiyanto.





