
Blora – Dalam semangat memperjuangkan hak-haknya, perwakilan warga RW 10 Balun Kandangdoro mendatangi kediaman anggota DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi PDIP, Ibu Lina Hartini, S.Sos, di wilayah Tunjungan. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu pagi 6 Agustus 2025, menjadi ruang curhat warga atas peliknya masalah administrasi pertanahan yang tak kunjung selesai.
Warga yang hadir disambut hangat oleh Lina Hartini, yang meski berasal dari dapil berbeda, menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap jeritan warga Balun. Pertemuan berlangsung akrab selama kurang lebih satu jam dan dibuka oleh Bapak Elwi Noorinta, tokoh RW 10.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan keluhan atas sikap pemerintah Kabupaten Blora yang dinilai abai dan tidak tegas dalam menangani permasalahan sertifikasi tanah warga. Proses panjang yang sudah dijalani warga bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) selama ini seolah menemui jalan buntu karena Lurah Balun menolak menandatangani Surat Pernyataan Penguasaan Fisik, padahal tanah tersebut telah ditempati warga selama lebih dari 20 tahun dan tidak berada dalam status sengketa.
“Kami merasa seperti di-pingpong. Tidak ada kejelasan, tidak ada ketegasan. Padahal kami hanya ingin hak kami dilayani secara administratif,” ujar Elwi dengan nada kecewa namun tetap tenang.
Sebagai wujud protes dan perjuangan berkelanjutan, warga pun menyatakan niat untuk menggelar aksi damai secara elegan dan tertib. “Kami tidak ingin membuat kerusuhan. Aksi damai ini adalah bentuk suara kami yang selama ini diabaikan,” tegas Elwi.
Merespon hal itu, Ibu Lina Hartini memberikan dukungan moril dan pemahaman hukum yang memperkuat posisi warga. “Secara Undang-Undang Agraria, jika warga sudah menguasai lahan lebih dari 20 tahun, tidak ada sengketa, dan tidak ada program pemerintah di atasnya, maka sangat wajar jika warga memperjuangkan sertifikat tanah tersebut,” jelas Lina, memberikan semangat baru kepada warga.
Tak berhenti di situ, Lina menyampaikan kesediaannya untuk meneruskan aspirasi warga langsung kepada Bupati Blora, H. Arief Rohman, yang sebelumnya menolak audiensi dengan warga. “Saya akan coba hubungi Pak Arief secara pribadi lewat WA. Saya akan sampaikan apa yang menjadi harapan warga,” ungkapnya.
Kehangatan dan empati Lina Hartini membuat warga merasa dihargai dan didengar. Apresiasi pun mengalir deras dari para perwakilan RW 10 atas sambutan dan sikap tulus anggota dewan tersebut.
“Sungguh luar biasa, meski bukan dari dapil kami, beliau lebih peduli daripada wakil rakyat dari wilayah kami sendiri,” ujar salah satu warga dengan penuh rasa haru.
Rencananya, warga juga akan menggelar pertemuan serupa dengan anggota DPRD dari Fraksi PKB, H. Mochamad Muchklisin, S.Sos (Cak Sin), yang juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap warga. Namun karena adanya agenda mendadak, pertemuan tersebut harus ditunda.
Pertemuan di Tunjungan hari ini menyulut semangat baru bagi warga Balun Kandangdoro. Di tengah jalan panjang yang penuh tantangan, setidaknya mereka tahu, masih ada wakil rakyat yang benar-benar mendengar dan peduli.




