
BOJONEGORO – Sungai Bengawan Solo kembali memakan korban. Seorang pencari ikan bernama Muhadi (32), warga Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam saat mencari ikan di aliran sungai tersebut, Selasa (23/6/2026) malam.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu sedang mencari ikan di Bengawan Solo yang melintasi wilayah desanya.
Laporan hilangnya korban segera diterima petugas dan ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan di lokasi yang diduga menjadi titik korban tenggelam.
Koordinator Tim Bencana BPBD Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, Tulusno Budi Santoso, mengatakan korban diduga terjatuh ke sungai saat menggunakan alat setrum ikan.
“Korban sebelumnya mencari ikan di Sungai Bengawan Solo menggunakan alat setrum. Diduga korban terjatuh ke sungai dan tenggelam. Saat itu korban membawa aki yang dimodifikasi menyerupai ransel sebagai sumber daya alat setrum ikan,” ujar Tulusno, Rabu (24/6/2026).
Hingga Rabu siang, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban.
Sebanyak 32 personel diterjunkan dalam operasi pencarian tersebut. Mereka berasal dari BPBD Jawa Timur, Basarnas, BPBD Bojonegoro, Satpol PP, TNI-Polri, pemerintah desa, relawan, hingga masyarakat setempat.

“Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap korban. Kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan, sementara situasi wilayah Kabupaten Bojonegoro secara umum aman dan terkendali,” kata Tulusno.
Peristiwa ini menambah daftar kasus tenggelam di Bengawan Solo dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, tim SAR gabungan baru saja menemukan jasad seorang pemuda yang tenggelam di wilayah Desa Betet, Kecamatan Kasiman.
Kejadian beruntun tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari maupun saat menggunakan peralatan yang berisiko membahayakan keselamatan.







