
Blora – Bencana pergeseran tanah yang mengancam permukiman warga di Lingkungan Nglajo, Kelurahan Cepu, terus menjadi perhatian serius. Senin (17/11/2025), Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H. melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada warga yang terdampak.
Ketua RT 04 RW 08, Sugiyanto atau akrab disapa Pak To, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah sudah terjadi sejak dua minggu lalu, namun kondisi terparah terjadi pada Jumat, 14 November 2025. Pada titik terparah, tanah amblas hingga 80 sampai 130 sentimeter dan menyebabkan kerusakan pada 16 rumah, dengan rincian 6 rumah rusak berat dan 9 rusak sedang.
Salah satu warga terdampak, Gono, menceritakan detik-detik saat rumahnya mengalami kerusakan parah. Ia mengungkapkan bahwa kejadian terbesar terjadi saat maghrib, pada 14 November 2025, ketika tanah tiba-tiba kembali amblas dan membuat struktur rumahnya nyaris roboh.
Kini, Gono bersama keluarganya telah mengungsi ke rumah susun (rusun) untuk menghindari risiko lebih besar.
Kunjungan Kapolres dimulai pukul 09.45 WIB dan diikuti penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
“Kami meminta warga yang rumahnya tidak layak huni untuk segera mengungsi sementara demi keselamatan jiwa,” tegas AKBP Wawan.
Sebagai langkah darurat, Polsek Cepu mendirikan Posko Tanggap Bencana berupa tenda di halaman Gereja GKJ Nglajo yang difungsikan sebagai tempat pengungsian malam hari. Warga rentan seperti lansia dan warga sakit, termasuk Ibu Patmi yang menderita stroke, juga telah dievakuasi ke tempat aman.
Kapolsek Cepu AKP Edi Santosa, S.H., M.H. menyatakan bahwa masyarakat, aparat kepolisian, dan BPBD melakukan kerja bakti untuk mengamankan lokasi dan mencegah potensi pergerakan tanah susulan.
“Kami terus memberikan imbauan agar warga tidak memaksakan diri tinggal di rumah yang membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Rombongan Kapolres meninggalkan lokasi sekitar pukul 11.10 WIB setelah memastikan langkah penanganan awal, pengungsian, dan kesiapsiagaan terus berjalan.




