
Blora – Bencana pergerakan dan amblesan tanah yang terjadi di kawasan Nglajo, khususnya RT 04/RW 08 Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, kian mengkhawatirkan. Laporan terbaru dari Ketua RW 08 menyebutkan bahwa titik kerusakan terus melebar, berdasarkan pantauan lapangan serta rekaman video yang beredar di masyarakat.
Pergerakan tanah ini diduga kuat dipicu oleh erosi di aliran Sungai Nglebok. Arus sungai yang terus menggerus tebing di bawah permukiman warga memperparah kondisi dan mengancam keberadaan rumah-rumah yang berdiri di atasnya. Kejadian ini merupakan bencana susulan yang dampaknya kini semakin luas.
Ketua RW 08 menjelaskan bahwa kondisi tanah yang labil menyebabkan rekahan baru serta memperlebar zona amblesan.
“Dalam video terbaru, terlihat rekahan tanah di tebing makin menganga. Beberapa rumah yang sebelumnya aman kini juga menunjukkan retakan baru. Ini menandakan pergerakan tanah belum berhenti,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, sedikitnya 16 Kepala Keluarga (KK) telah terdampak. Rinciannya: enam rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan satu rusak ringan. Dengan kondisi yang memburuk, jumlah bangunan yang terancam diperkirakan akan bertambah.
Warga dengan rumah rusak berat telah dievakuasi ke posko darurat dan Rusunawa Tambakromo guna menghindari risiko yang lebih besar.
Menghadapi kondisi yang semakin genting, warga Nglajo berharap pemerintah mengambil langkah konkret. Mereka menilai penanganan sementara perlu segera ditingkatkan menjadi upaya permanen, mengingat sumber masalah berasal dari erosi bantaran sungai yang terus berlanjut.
“Kami mohon pemerintah jangan menunggu sampai rumah kami ambruk semua. Bantuan darurat sudah ada, tapi yang kami butuhkan adalah talut atau bronjong permanen untuk menahan tebing sungai,” ujar salah satu warga.
Warga berharap koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Bengawan Solo segera menghasilkan solusi nyata. Mereka menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pengaman sungai demi keselamatan serta kenyamanan hidup masyarakat Nglajo.




