
BLORA – Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) Pusat Grobogan kembali menggelar Touring Dakwah Jilid 5, sebuah perjalanan dakwah selama 11 hari yang akan melintasi 20 kabupaten di wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung mulai 10–21 Juli 2026 ini mengusung misi mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi antarpraktisi, sekaligus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kyai Ahmad Imron Rosidi bersama delapan personel dengan menggunakan tujuh kendaraan bermotor. Titik awal perjalanan dimulai dari Cepu, Kabupaten Blora, wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Rembang dan sejumlah daerah lainnya hingga berakhir di Kota Bandung, Jawa Barat.
Koordinator kegiatan yang akrab disapa Ibnu Al-Katibiy menjelaskan bahwa Touring Dakwah Jilid 5 bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bagian dari ikhtiar dakwah yang memiliki nilai spiritual dan sosial.
“Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah rihlah ruhani yang membawa misi mempererat silaturahmi antarpraktisi, memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat, serta menghidupkan kembali nilai-nilai dakwah di tengah berbagai tantangan zaman,” ujar Kyai Ahmad Imron Rosidi kepada awak media, Jumat (10/7/2026).
Selain menggelar rutinan bersama jamaah dan para praktisi di setiap daerah yang disinggahi, rombongan juga akan memberikan pendampingan terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan gangguan ruhani sebagai bentuk pelayanan langsung kepada umat.
“Kami akan melintasi 20 kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan tujuan akhir di Kota Bandung. Dalam perjalanan ini kami membawa delapan personel dan tujuh kendaraan bermotor,” tambahnya.
Usai mengawali perjalanan dari Cepu, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Rembang sebagai titik dakwah berikutnya.
Sementara itu, Ketua PC KBRA Blora, Prasto Dwi Wahjono, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas pelaksanaan Touring Dakwah Jilid 5. Menurutnya, kehadiran pimpinan KBRA di Blora menjadi motivasi bagi para praktisi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga dengan kehadiran guru besar KBRA ini, kami semakin bersemangat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan, baik melalui pengobatan medis maupun nonmedis,” ungkap Prasto.
Ia juga mendoakan agar seluruh rangkaian perjalanan dakwah dapat berjalan lancar hingga kembali ke Pondok Pesantren Pusat KBRA di Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan.
Suasana kebersamaan yang terjalin selama kegiatan di Cepu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan rutin tersebut juga menjadi momentum penguatan spiritual bagi para praktisi KBRA di daerah.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian dakwah hingga Kota Bandung, rombongan akan kembali ke Pondok Pesantren Pusat KBRA di Grobogan sebagai penutup Touring Dakwah Jilid 5.
Melalui perjalanan ini, KBRA berharap semangat dakwah, pelayanan kepada masyarakat, dan ukhuwah Islamiyah terus tumbuh di berbagai daerah, sehingga menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan manfaat bagi umat.




