ACEH BESAR — Video yang memperlihatkan tulang-belulang berserakan di kawasan pantai saat air laut surut di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, viral di media sosial. Tulang tersebut diduga merupakan sisa dari pemakaman lama yang terdampak abrasi dan tsunami.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah tulang dengan berbagai ukuran berserakan di atas permukaan tanah yang masih tergenang air. Lokasi tersebut awalnya disebut berada di Desa Lamteungoh, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Peukan Bada, Polresta Banda Aceh, melakukan penelusuran ke lokasi. Berdasarkan keterangan warga dan perangkat desa, lokasi temuan ternyata berada di kawasan pantai Dusun Imuem Daud, Desa Lamguron, Kecamatan Peukan Bada.
Kapolsek Peukan Bada Iptu Suriyatno mengatakan tulang-belulang yang ditemukan diduga berasal dari kawasan pemakaman lama.
“Dari keterangan masyarakat dan perangkat desa, tulang belulang yang ditemukan diduga berasal dari kawasan pemakaman lama,” kata Suriyatno dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Menurut Suriyatno, kawasan tersebut dulunya merupakan daratan yang kemudian terdampak abrasi dan tsunami. Perubahan kondisi geografis itu menyebabkan sebagian wilayah yang sebelumnya menjadi daratan berubah menjadi kawasan perairan.
Masyarakat setempat juga menyebut kawasan tersebut dahulu merupakan area pemakaman dan perkebunan kelapa.
“Menurut keterangan masyarakat, sebelum tsunami di sana terdapat pemakaman lama di sepanjang garis pantai dengan panjang kurang lebih 800 meter,” jelasnya.
Suriyatno menjelaskan, daratan di kawasan tersebut tidak terlihat ketika air laut sedang pasang maupun saat musim timur. Sisa-sisa kuburan dan tulang-belulang baru dapat terlihat ketika air laut mengalami surut.
Ia memperkirakan masih terdapat tulang-belulang lain di kawasan tersebut yang berpotensi kembali ditemukan, terutama ketika kondisi air laut sedang surut.
“Kemungkinan masih terdapat tulang belulang lain di kawasan tersebut yang dapat ditemukan kembali khususnya saat kondisi air laut surut,” ujarnya.
Polisi berharap temuan tersebut dapat segera ditangani oleh pihak terkait. Sisa tulang-belulang yang ditemukan diharapkan dapat dipindahkan dan ditempatkan di lokasi yang lebih layak.
“Kami berharap temuan tersebut dapat ditangani dan dipindahkan ke lokasi yang lebih layak oleh pihak terkait,” pungkas Suriyatno.
Sumber : detik.sumut
