
Cepu – Aksi cepat dilakukan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah setelah kecelakaan tunggal di ruas Bypass Cepu menuai sorotan publik. Senin pagi (7/7), petugas langsung melakukan perbaikan darurat dengan metode tambal sulam di titik rawan depan Gardu Induk PLN.
“Kami siaga menerima laporan dari masyarakat soal jalan rusak untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Suroso, Penilik Jalan dari Dinas Bina Marga yang turun langsung ke lokasi.
Selain menambal lubang, dinas juga mulai memangkas dahan pohon di sepanjang jalan yang berpotensi membahayakan pengguna. Program ini sebelumnya sudah berjalan di wilayah Kedungtuban dan akan berlanjut ke depan Taman Budaya Cepu.
Sorotan juga datang dari netizen yang mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Bypass. Menanggapi hal ini, Suroso menyebut hal itu menjadi kewenangan Dinas Perhubungan.
“Laporan masyarakat akan kami teruskan agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Perbaikan tak hanya difokuskan di depan Gardu Induk, tapi juga merambah ke titik-titik lain seperti area lampu merah depan Terminal Cepu yang dinilai rawan.
Masyarakat mengapresiasi langkah cepat dinas, namun berharap solusi jangka panjang seperti perbaikan permanen dan koordinasi lintas instansi segera dilakukan. Pesan publik jelas: keselamatan di jalan tak bisa ditawar.




