Blora – Penyaluran bantuan bagi warga terdampak tanah amblas di RT 004 RW 008 Lingkungan Nglajo, Kelurahan Cepu, Kamis (20/11/2025), berlangsung tegang. Warga sempat menolak penyerahan bantuan yang dilakukan di Posko bencana di halaman Gereja Kristen Jawa Nglajo, sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Cepu yang dinilai kurang hadir dalam penanganan bencana.
Rombongan dipimpin Lurah Cepu, Eki Novita, didampingi unsur Pramuka Blora dan BNPB Kabupaten Blora. Mereka datang membawa bantuan untuk 16 rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat pergerakan tanah.
Di awal kegiatan, Lurah Cepu menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyaluran bantuan. Namun situasi memanas ketika bantuan diberikan kepada Nugroho, mantan Ketua RW 008 yang diketahui telah pindah domisili ke Desa Jipang.
Ketua RW 008 saat ini, Sugiyanto, mempertanyakan dasar penunjukan penerima bantuan tersebut.
“Pak Nugroho dihubungi Bu Lurah untuk menerima bantuan, padahal beliau sudah bukan Ketua RW dan tidak tinggal di sini lagi,” ujarnya.
Sugiyanto menilai langkah itu mencerminkan kurangnya koordinasi dengan pengurus lingkungan yang selama ini aktif di lapangan.
Warga juga menyayangkan adanya dokumentasi penyerahan bantuan kepada mantan ketua RW yang dikirimkan pihak kelurahan ke Inspektorat sebagai laporan. Menurut mereka, hal itu tidak mencerminkan kondisi riil di posko bencana.
Sejumlah warga menuturkan bahwa sejak awal bencana, pihak kelurahan maupun kecamatan jarang terlihat di posko. Sebaliknya, aparat kepolisian disebut lebih aktif mendampingi warga dan membantu relokasi ke Rusun.
“Harusnya Lurah atau Camat kalau ada tugas, kan bisa mendelegasikan ke wakilnya atau staf untuk ke posko/lokasi,” ujar Deni, salah satu warga.
Menurut mereka, koordinasi yang minim berkontribusi terhadap memanasnya suasana saat pembagian bantuan.
“Kalau Pak Kapolsek yang memerintah, warga mau datang dan menerima bantuan. Tapi kalau dari kelurahan atau kecamatan, warga tidak mau,” tambah Sugiyanto.
Beberapa warga menyebut aparat kelurahan dan kecamatan baru tampak hadir ketika Kapolres Blora datang meninjau lokasi bencana.
Ketegangan akhirnya mereda pada malam hari, sekitar pukul 18.30 WIB, setelah Kapolsek Cepu, AKP Edy, menginstruksikan agar bantuan tetap dibagikan kepada warga terdampak.
“Ini perintah saya agar bantuan segera disalurkan dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” tegas Kapolsek Edy.
Instruksi tersebut membuat warga bersedia menerima dan membagikan bantuan secara langsung.
Kapolsek Edy menambahkan bahwa langkah penanganan lokasi terdampak telah dibahas bersama Kapolres Blora dalam rapat Forkopimda, sebagai upaya penanganan lanjutan.
Warga Nglajo berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam penanganan bencana tanah amblas serta meningkatkan koordinasi lintas instansi, agar bantuan dan kebijakan penanganan di lapangan berjalan lebih cepat, tepat, dan tanpa hambatan.




